• 3

    Jul

    Pesona Lebaran

    Kemarin saya mendapat mention Twitter dari teman yang mudik ke Pati, Jawa Tengah. Mention itu berisi link yang membawa saya meluncur ke akun Facebook Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan hastag #PesonaLebaranPati. Saya pun sampai ke tulisan berjudul “Mudik ke Pati? Ini dia 10 destinasi paling keren” di akun tersebut. Di dalam tulisan itu tersemat ajakan Pak Arief Yahya, Menteri Pariwisata. “Kami punya 10 daftar lokasi wisata yang perlu dikunjungi, semampang punya waktu longgar di Pati. Ada wisata alam, wisata religi, dan wisata sejarah di sana,” demikian ajakan Pak Menteri. Sejurus kemudian 10 destinasi unggulan kota Pati yang layak dikunjungi pemudik diuraikan satu-satu berikut gambar-gambarnya. Di samping itu, tulisan tersebut juga memberikan informasi menari
    Read More
  • 18

    Mar

    Akik

    Heboh batu akik menyapu seluruh pelosok negeri. Di mana-mana orang ngobrolin batu akik. Ngomongin batu akik kini tak kalah seru dibanding ngomongin sepak bola, bisa seharian nggak ada habisnya. Bisnis batu akik pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Batu Bacan, batu Garut, batu Sungai Dareh, batu Kalimaya, atau batu Giok Aceh menjadi selebritis yang diburu penghobi dan kolektor batu akik. Harganya ampuuun, konon ada yang mencapi miliaran rupiah. Menggeliatnya bisnis batu akik menarik ditinjau dari sudut pandang kalangan kelas menengah (saya menyebutnya: consumer 3000). Di buku sayaConsumer 3000, saya menyebut konsumen dari kalangan kelas menengah ini memiliki tiga ciri. Pertama, memiliki daya beli tinggi (high buying power). Kedua, berpengetahuan dan berwawasan luas (knowledgeable) menginga
    Read More
  • 8

    Mar

    Java Jazz... Selfie-Wefie

    Java Jazz Festival datang lagi. Terus terang, saya melihat tahun ini minim bintang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi tetap saja, Java Jazz adalah suguhan hebat tak boleh terlewatkan. Setidaknya masih ada legenda-legenda jazz seperti Ramsey Lewis, Courtney Pine, Bobby McFerrin, atau Brad Mehldau dan Chris Botti. Dan seperti halnya tahun-tahun lalu, tiga hari full saya heboh betul berburu panggung sore hingga diri hari. Di samping berburu panggung dan merasakan penampilan jazzer kelas dunia, hobi unik saya tiap kali nonton Java Jazz adalah mengamati penonton Java Jazz. Yup, sebagian besar mereka adalah kalangan kelas menengah (yes, Consumer 3000) yang haus hiburan berkelas dunia. Seperti sering saya tulis, kalangan ini memiliki tiga ciri utama: daya beli lumayan tinggi (high buying pow
    Read More
  • 25

    Jan

    Instagram Means Business

    Hari Jumat (16/1) kemarin saya diundang oleh NET TV untuk menjadi nara sumber di program pagi Indonesia Morning Show @IMS_NET. Di situ saya diminta untuk mengomentari, dari sudut pandang marketing tentu, sepang-terjang seorang kreatif Dade Akbar pemilik akun Instagram @warteg_gourmet. Dade membuka akun @warteg-gourmet Oktober tahun lalu. Seseorang membuka akun Instagram tentulah biasa, namun ide di balik akun Instagram Dade begitu luar biasa. Luar biasa, melalui akun tersebut Dade berupaya untuk mengentaskan warteg dari citra kepapaan. Kita tahu warteg alias warung Tegal identik dengan makanan untuk kaum kelas kambing. Tapi oleh Dade warteg coba dilambungkan setinggi langit menjadi sebuah fine art of food yang bergengsi. Warteg disulap menjadi haute cuisine yang berkelas. Kalau di dunia f
    Read More
  • 16

    Nov

    Meme Marketing

    Minggu lalu Line mengunggah video mini drama Ada Apa Dengan Cinta (AADC) versi 2014 di YouTube untuk memperkenalkan fitur baru pencarian teman sealmamater. Kharisma AADC memang luar biasa, terbukti video 10 menitan itu mampu mengaduk-aduk emosi siapapun yang pernah terbuai oleh film itu 12 tahun lalu. Mendadak sontak, video itu langsung memicu kehebohan. Dalam waktu 2-3 hari video itu telah ditonton oleh jutaan orang. Tak hanya itu, yang lebih spektakuler AADC 2014 mampu memicu pergunjingan para netizen di media sosial. Dalam waktu singkat meme pun berseliweran membentuk viral yang heboh luar biasa. Netizen seperti berlomba-lomba beradu kreativitas memparodikannya dalam bentuk meme video, gambar, maupun cuit-cuit di Twitter. Di tangan netizen, AADC yang sendu mengharu-biru berubah menjadi
    Read More
  • 24

    May

    Accidental WOM

    Minggu lalu seorang pramugari Garuda Indonesia bikin heboh di jagad Twitter. Pasalnya seorang penumpang asal Kepong, Malaysia memergoki sang pramugari sedang khusyu menunaikan ibadah sholat sekitar 10 menit setelah pesawat lepas landas. Kagum abis pada kesolehan mbak pramugari, si penumpang sontak memotretnya dengan kamera ponsel dan kemudian menyebarkannya melalui akun Facebook. Sejurus kemudian, decak kagum membahana di jagad Twitter dan Facebook. Berikut ini komentar akun @sooperboycom di Twitter: Salut..! Pramugari tertangkap Sholat di dalam Pesawat. http://goo.gl/f1BPJa Ini baru pramugari idaman. Sementara komentar akun @saptuari bernuansa menyindir kita-kita: Mbak Pramugari Garuda ini tetap sholat di Pesawat Subhanallah! Kamu yg di darat gimana? Dengan word of mouth (WOM) ter
    Read More
  • 25

    Mar

    "Her", Big Data, Algoritma

    Minggu lalu saya nonton midnight film hebat bertitel “Her“, pemenang sekaligus Golden Globe dan Oscar untuk skenario film terbaik. Film ini bercerita mengenai seorang pria kesepian yang jatuh cinta berat pada operating system (OS) komputer super cerdas yang mewujud dalam bentuk suara wanita bernama Samantha. Melalui sosok Samantha dengan suara yang seksi nan mendesah, program komputer ini berhasil menyihir si pria hingga ia kepincut setengah mati pada si sosok wanita yang diisi suaranya oleh artis seksi Scarlett Johansson. Kenapa bisa begitu? Rupanya program komputer ini dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence yang memungkinkannya bisa membaca sifat, kepribadian, kebiasaan, bahkan suasana hati si pria kesepian. Samantha demikian hidup sehingga bisa menjadi t
    Read More
  • 16

    Sep

    Vickynisasi Branding

    “Vickynisasi branding” adalah sebuah “genre baru” dalam dunia personal branding dan pencitraan. Saya membagi milestones pendekatan pencitraan dari masa ke masa ke dalam tiga genre. Pertama, tatkala media seperti radio atau televisi belum marak kita mengenal apa yang disebut “authentic branding” (pencitraan otentik), yaitu pencitraan yang terbangun oleh kualitas personal yang agung, capaian luar biasa, atau karakter yang mulia dari sosok yang dicitrakan. Kedua, ketika media berbayar seperti koran, radio, dan televisi marak, arah pendekatan pencitraan bergeser menjadi apa yang saya sebut “lipstick branding“, yaitu pencitraan yang terbangun melalui rekayasa (kalau meminjam istilah Vicky Prasetyo disebut “lipstikisasi” kali ya)
    Read More
  • 14

    Apr

    Twitter SBY

    Seharian, hari Sabtu kemarin (13/4) saya menthengin akun Twitter @SBYudhoyono, pagi hingga detik-detik menjelang rampungnya tulisan ini malam hari. Tentu saja ini akun spesial, karena resmi milik pak presiden. Di akun tersebut tertulis: “Akun Resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dikelola oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. Twit dari Presiden ditandai *SBY*.” Ada satu hal yang saya tunggu dari akun ini, yaitu sepatah twit dari si empunya akun. Namun celaka tiga belas, sampai kata-kata terakhir kolom ini ditulis, tak sepatah twit pun saya temukan. Yang saya dapati justru jumlah follower yang melesat bak meteor hingga mencapai ratusan ribu orang dalam ukuran jam. Ya, memang buzz mengenai bakal “go twitter”-nya pak SBY beberapa hari ini membahana
    Read More
  • 8

    Apr

    Apps Marketing

    Membaca artikel di majalah Harvard Business Review (HBR) edisi bulan Maret 2013 bertema Advertising that Works saya jadi galau. Kenapa, karena membaca artikel itu saya jadi tersadar bahwa dunia marketing sudah berkembang sedemikian rupa sehingga seorang marketer saat ini haruslah seorang techy, tak boleh gaptek seperti dulu-dulu lagi. Ya, karena promosi dan channel untuk menjangkau konsumen kini sudah menggunakan medium yang tak bisa lepas dari teknologi. Salah satunya adalah platform mobile melalui medium smartphone. Menurut survei Nielsen tahun lalu, pengguna smartpone kita saat ini sudah mencapai 20% dari total pengguna telepon, dengan pertumbuhan yang amat pesat dari tahun ke tahun. Indonesia merupakan pasar Blackberry terbesar di dunia di luar Kanada. Dan harus diingat, populas
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post