• 27

    Mar

    Sharing Economy dan Koperasi

    Salah satu manfaat sosial terpenting dari sharing economy adalah penciptaan wirausahawan individu (“individual entrepreneurs” atau sering juga disebut “micro-entrepreneurs”) melalui sebuah platform kolaborasi untuk mengubah aset menganggur (idle assets) menjadi layanan bernilai tinggi. Dalam kasus Gojek, wirausahawan individu itu adalah para pengojek yang bergabung dengan Gojek. Dalam kasus AirBnB, mereka adalah para pemilik rumah kosong atau kos-kosan yang memanfaatkan situs Airbnb.com. Banyak dari mereka awalnya menganggur, namun berkat platform berbasis aplikasi itu mereka kemudian bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan layak. Mereka mejadi self-employeed tanpa harus ribet mengurus ijin PT atau menyewa kios di Tanah Abang yang harganya selangit. Cuku
    Read More
  • 5

    Aug

    Liburan Kelas Menengah

    Beberapa waktu lalu saya meluncurkan buku saya terbaru berjudul 8 Wajah Kelas Menengah (Gramedia, 2015). Buku ini istimewa karena merupakan buku yang pertama di Indonesia membahas secara komprehensif profil konsumen kelas menengah Indonesia berdasarkan survei di 9 kota utama Indonesia. Salah satu fenomena kelas menengah yang menarik saya bahas dalam buku tersebut adalah adanya pergeseran perilaku dalam berlibur (traveling).   Dalam buku tersebut saya uraikan bahwa fenomena berlibur kalangan kelas menengah kita mengalami pergeseran yang sangat mendasar. Seiring naiknya daya beli, kini mereka merasa bahwa liburan telah menjadi suatu kebutuhan baru yang wajib dilaksanakan setiap tahun atau bahkan sekali dalam beberapa bulan. Hari demi hari waktu mereka banyak dihabiskan untuk beragam ke
    Read More
  • 14

    Jun

    A Kasoem: Wirausahawan Pejoang

    Sabtu (6/6) lalu saya diundang di peluncuran Kasoem Vision Care oleh pak Hatta Kasoem generasi kedua keluarga optik Kasoem. Yang belum tahu, vision care adalah layanan baru pemeliharaan dan perawatan penglihatan yang berbasis solusi komprehensif dan end-to-end mulai dari masa kanank-kanak hingga tua. Terus terang dari acara itu saya baru tahu bahwa perawatan mata haruslah dimulai sedini mungkin sejak balita agar saat dewasa kelak gangguan penglihatan seperti mata minus, plus, juling dan sebagainya bisa diminimalisir. Ini yang tak banyak disadari oleh ibu-ibu bagi putra-putri tercinta. Dalam sambutannya pak Hatta mengatakan bahwa, kalau dulu generasi pertama Kasoem merupakan perintis optik di Indonesia, maka kini A Kasoem dibawah kepemimpinannya ingin menjadi perintis solusi vision care di
    Read More
  • 15

    May

    4 Posisi Global Chaser

    Tanggal 20 Mei nanti bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, saya akan menggelar event besar Indonesia Brand Forum 2015 bertema Global Chaser: Merek Indonesia Perkasa di Pentas Dunia. Di situ saya akan menampilkan sekitar 25 merek-merek Indonesia yang membanggakan karena sukses menembus pasar global. Untuk mempersiapkan event tersebut saya melakukan riset hampir setahun untuk mengumpulkan merek-merek hebat tersebut, sekaligus menemukan rahasia sukses mereka menembus pasar mancanegara. Selama melakukan riset, pertanyaan yang terus mengiang di kepala saya adalah: bagaimana strategi yang harus dijalankan perusahaan Indonesia untuk going global? Nah, untuk memetakannya, saya mencoba mengembangkan sebuah model berupa matriks 22 seperti tampak pada gambar di bawah. Dengan menggunakan matri
    Read More
  • 13

    May

    Taker, Giver, Matcher

    Saat ini saya sedang getol menyelesaikan riset untuk buku saya terbaru berjudul Giving Leader yang insya Allah terbit bulan agustus 2014 mendatang. Pengembaraan riset melabuhkan saya pada buku karya profesor muda nan jenius, Adam Grant, dari sekolah bisnis Wharton. Buku fenomenal ini berjudul Give and Take (2013). Menurut profesor psikologi organisasi berusia 31 tahun ini, orang dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu: Giver, Taker, dan Matcher. “Dog-Eat-Dog” World Taker adalah sosok selfish yang selalu menempatkan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. “Kepentingan diri sendiri adalah panglima,” begitu kira-kira semboyan hidup mereka. Mereka cenderung tak peduli pada orang lain. Ia peduli kepada orang lain sejauh itu menguntungkan bagi dirin
    Read More
  • 23

    Apr

    First-Time User Sensation

    Akhirnya hari yang ditunggu itu datang juga. Kamis 15 April lalu untuk pertama kalinya Google Glass dijual ke publik. Setelah penasaran menunggu selama dua tahun, kaca mata canggih berkemampuan smartphone tersebut minggu ini bisa didapatkan konsumen Amerika walaupun harganya masih selangit sekitar 17 juta perak. Celakanya, penjualan secara online itu hanya berlangsung sehari. So, rasa penasaran konsumen masih terus diulur-ulur layaknya layang-layang terbang jauh di awan. Inilah hebatnya para marketers di Google. Sengaja extraordinary product ini “digoreng-goreng” sampai matang betul layaknya harga saham, agar word of mouth dan viralnya terus menjalar di kalangan konsumen di seluruh penjuru dunia. Sengaja konsumen “disiksa” (di dunia marketing sering disebut:
    Read More
  • 14

    Apr

    Indonesia Pusat Fesyen Dunia? Why Not!

    Minggu lalu saya diundang mbak Irna Mutiara @irnaMutiara, salah satu desainer hijab kondang Tanah Air berdiskusi dengan teman-teman di markas Hijabers Community di Jakarta. Forumnya tidak begitu besar, hanya sekitar duapuluhan orang dari berbagai kalangan yang peduli pada perkembangan fesyen Islam di Tanah Air. Di situ juga hadir bu Euis Saedah, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian; ada juga mbak Dian Pelangi yang brand pakaian muslimnya sudah ternama; juga ada juga mas Salman Subakat pemilik brand kosmetik Wardah. Walaupun forum itu kecil, namun saya melihat sebuah cita-cita besar dari anak-anak muda hebat di forum tersebut yaitu membentuk Islamic Fashion Council dengan misi mulia menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen Islam dunia. Saya surprise luar bi
    Read More
  • 6

    Oct

    Rakyat Memimpin Diri Sendiri

    Tidak seperti biasa, kolom saya kali ini saya tulis dengan sangat emosional. Sudah satu setengah ember air mata saya terkuras. Ya, karena hati saya remuk, pilu, marah, hopeless melihat begitu amburadulnya para pemimpin negeri ini. Hati saya menangis. Anggota DPR korupsi, anak anggota DPR korupsi, ketua partai korupsi, anggota partai korupsi, ketua MK korupsi, anggota MA korupsi, hakim-jaksa korupsi, menteri korupsi, dirjen korupsi, ketua DPRD korupsi, gubernur korupsi, adik gubernur korupsi, walikota korupsi, bupati korupsi, keponakan bupati korupsi, camat korupsi, lurah korupsi, pengusaha kakap korupsi, pengusaha abal-abal korupsi, pengusaha kelas teri korupsi. Pemimpin negeri ini bangkrut moral oleh korupsi. Saking hopeless-nya, sampai-sampai saya bergumam dan mengumpat: ̶
    Read More
  • 2

    Sep

    Branding UMKM

    Kenapa UMKM (usaha mikro-kecil-menengah) harus dibangun mereknya? Karena kalau puluhan juta (yup, puluhan juta!) UMKM kita memiliki merek yang kokoh, mereka akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia menjadi big ten ekonomi dunia. Karena kalau merek UMKM kita tangguh, mereka akan menyerap ratusan juta (yup, ratusan juta!) angkatan kerja kita. Karena kalau merek UMKM kita solid, mereka akan memiliki global competitiveness penghasil devisa sekaligus menjadi tameng agar rupiah tidak di KO dolar. Pekerjaan membangun merek UMKM adalah agenda mahabesar setiap anak negeRI untuk menyongsong dua momentum kesempatan sekali sepanjang hayat (saya menyebutnya Twin Megatren Indonesia) yaitu: momentum bonus demografi dan momentum revolusi konsumen kelas menengah. Saya bisa pastikan kita tak
    Read More
  • 12

    Nov

    Beat the Giant

    Saya sering menggambarkan Indonesia saat ini sebagai “gadis molek“ yang dilirik oleh investor dan perusahaan manapun di seluruh dunia. Jumlah penduduk yang besar, pendapatan perkapita yang telah menembus angka ambang US$3000, dan basis konsumen kelas menengah (consumer 3000) yang siknifikan, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang atraktif bagi perusahaan-perusahaan global dari manapun di seluruh dunia. Tak heran jika rating Indonesia oleh lembaga-lempaga pemeringkat bergengsi seperti S&P, Moody’s atau Fitch naik secara meyakinkan dalam setahun terakhir ke level investment grade. Kinerja ekonomi yang menyakinkan akan menjadikan Indonesia sebagai “save heaven country” yang akan mendorong investor asing (sektor keuangan maupun investasi asing langsun
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post