• 14

    Oct

    Peer Power

    Dalam buku Marketing to the Middle Class Muslim, saya mengintroduksi sebuah fenomena luar biasa yang saya beri nama revolusi hijab, dimana berhijab tiba-tiba menjadi sebuah lifestyle yang cool dan diminati, dan karenanya kaum muslimah berlomba-lomba mengenakannya. Saya punya teori sederhana (lebih tepatnya teori-teorian, hehehe) kenapa revolusi hijab ini terjadi. Saya melihat wabah para muslimah ramai-ramai pakai hijab digerakkan oleh sebuah kekuatan horizontal yang saya sebut: peer power. Peer power ini terwujud karena adanya aktivasi komunitas yang menghasilkan efek word of mouth yang kemudian menjalar liar bak wabah ebola ke seluruh penjuru tanah air. Sekonyong-konyong saya teringat buku saya yang lain berjudul CROWD: Marketing Becomes Horizontal. Dalam buku tersebut saya merumuskan s
    Read More
  • 24

    Sep

    Pasar Halal

    Dalam buku saya Marketing to the Middle Class Muslim, saya menyebut label halal dari MUI sebagai hot label. Kenapa? Karena kini label halal mulai digandrungi oleh konsumen kelas menengah muslim di Indonesia. Saya surprise luar biasa, karena survei yang saya lakukan di lima kota besar Indonesia menunjukkan 94% wanita kelas menengah muslim mengecek label halal sebelum mereka membeli kosmetik. Pasar halal mencakup kategori industri yang cukup luas. Di samping kosmetik, kategori yang lain adalah makanan dan minuman kemasan, makanan yang disajikan di hotel dan restoran, obat-obatan (halal medicine), jamu, hingga pertanian (halal farming) . Dengan cakupan yang luas, potensi pasar halal demikian menjanjikan. Pasar makanan halal dunia sangat besar dan tumbuh amat cepat. Menurut Thompson Reuter po
    Read More
  • 13

    Aug

    Connecting Muslim Customers

    Minggu ini saya masih menulis mengenai buku anyar saya Marketing to the Middle Class Muslim. Ya, karena geliat pasarnya memang mencengangkan dan respons pembaca terhadap buku itu luar biasa. Kali ini saya akan mengupas The Principle of Engagement dalam menyasar pasar muslim. Saya katakandi buku tersebut bahwa alat paling jitu untuk meng-engage konsumen muslim adalah melalui komunitas. The most powerful approach to engage muslim market is community marketing. Kenapa? Kaum muslim adalah kelompok sosial yang memiliki kesamaan tujuan (shared purpose) yaitu untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat dengan selalu menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larang-larangan-Nya. Mereka juga memiliki kesamaan nilai-nilai (common values) dan perilaku (common behavior), yaitu nil
    Read More
  • 2

    Aug

    Spiritual Value

    Menjelang lebaran ini banyak teman-teman di berbagai kota yang minta sharing mengenai buku anyar saya Marketing to the Middle Class Muslim (Gramedia Pustaka Utama, 2014). Praktis dalam seminggu ini sekalian mudik ke Yogya saya melakukan “safari Ramadhan” (hehe..) untuk sharing buku tersebut. Di awali di Jakarta, Bandung, Solo, dan terakhir kemarin malam di Yogya. Banyak berdialog dengan teman-teman di berbagai kota saya semakin yakin bahwa kelas menengah muslim (#MiddleClassMuslim) merupakan “the hottest market in Indonesia”. Ada dua alasannya. Pertama, karena market size-nya luar biasa besar. Kedua, karena perilaku mereka bergeser 180 derajat. Konsumen kelas menengah muslim di Indonesia memang mengalami pergeseran nilai-nilai dan perilaku yang luar biasa dal
    Read More
  • 17

    Jul

    Marketing to Muslim

    Hari Jumat (11/7) lalu saya meluncurkan buku terbaru berjudul Marketing to the Middle Class Muslim (Gramedia Pustaka Utama, 2014) sekaligus diskusi di Executive Lounge PPM School of Management, Menteng. Hadir sebagai pembahas orang-orang hebat: Pak Samuel Pranata (Direktur Pemasaran, Martha Tilaar Group, MTG), mas Thoriq Helmy (Direktur, Dompet Dhuafa), mbak Diajeng Lestari (pendiri Hijaup.com), dan mas Wahyu Setyobudi (pakar pemasaran, PPM School of Management), dan dengan gayeng dimoderatori oleh mas Mohamad Civic (konsultan bisnis Syariah). Ki-ka: Moh. Civic, Sam Pranata, Wahyu Setyobudi, Thoriq Helmy, Yuswohady, Diajeng Lestari Seru sekali kami mendiskusikan dinamika perubahan konsumen muslim di tanah air, khususnya kelas menengah yang memiliki knowledge dan daya beli tinggi. K
    Read More
  • 15

    Jun

    Empat Sosok Konsumen Muslim

    15 Juli mendatang di tengah-tengah bulan puasa, saya akan menggelar seminar di Jakarta “Membidik Konsumen Kelas Menengah Muslim Indonesia” mengacu pada survei kantor saya Inventure bersama majalah SWA mengenai perilaku pasar muslim. Seminar dan survei tersebut digelar karena saya melihat pasar muslim di Indonesia menggeliat dahsyat. Akibatnya, marketer tak bisa lagi melihat dengan sebelah mata pasar lukratif ini. Maraknya pasar muslim paling gampang ditengarai dari adanya tren “revolusi hijab” yang massif terjadi di seluruh penjuru Tanah Air. Mendadak berbusana hijab menjadi tren gaya hidup yang menjalar bak virus ganas. Menariknya, tiba-tiba berhijab menjadi sesuatu yang cool, modern, trendy, dan begitu diminati wanita muslim. Kosmetik untuk pasar hijabers pu
    Read More
-

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post