• 20

    Sep

    Strategy in Crisis

    Minggu lalu saya membagi konsumen di masa krisis menjadi empat jenis, yaitu: Panickers, Bargainers, Floaters, dan Wisers. Empat jenis konsumen ini memiliki profil dan karakteristik yang berbeda berdasarkan persepsi mereka mengenai tingkat keamanan hidup (life security) di masa krisis dan respons mereka terhadap datangnya krisis. Minggu ini giliran saya memberikan strategi dan tips bagaimana mengarap empat jenis konsumen tersebut. Consumers in CrisisSebagai pengingat, ada baiknya jika saya sedikit memberikan rangkuman ciri-ciri dari empat jenis konsumen tersebut. Panickers adalah konsumen yang secara ekonomi merasa tak aman di masa krisis dan menyikapi bencana krisis dengan reaktif, panik (saking bingungnya), dan tak rasional. Konsumen jenis ini cenderung mengetatk
    Read More
  • 30

    Dec

    2015: (Still) Tough, Yet Challenging

    Tak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun 2014. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kini waktunya saya berbagi analisis mengenai prospek pemasaran di tahun 2015. Saya surprise luar biasa begitu melihat tulisan saya persis setahun lalu Marketing Outlook 2014: Menyalip di Tikungan. Surprise karena prognosis tersebut rupanya banyak nyambungnya. Saya katakan di situ bahwa tahun 2014 adalah tahun berat, sehingga pemain harus jeli memanfaatkan tikungan yang ada untuk memenangkan persaingan. Memang tahun 2014 adalah tahun berat karena pelaku bisnis wait and see alias tiarap oleh Pemilu, rupiah masih loyo karena akutnya defisit transaksi berjalan, sementara ekonomi Amerika mulai menggeliat sehingga dolar kian kokoh (ingat kebijakan tapering off). Sebulan terakhir saya banyak bertemu dengan par
    Read More
  • 20

    Oct

    Jokowinomics dan 2015

    Hari Senin (20/10) ini, Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014-2019 Joko Widodo-Jusuf Kalla akan dilantik oleh MPR. Sebagian besar rakyat Indonesia sangat antusias menyambut naiknya presiden-wapres baru ini. Mereka memiliki impian: presiden baru, harapan baru. Antusiasme rakyat terhadap pemimpin baru ini pun tercermin dari arak-arakan kirab budaya yang akan mengiring prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden di hari Senin ini. Lalu, bagaimana dengan para marketer? Apakah mereka antusias menyambut naiknya sang presiden dan wakil presiden baru? Marketer harus optimis 1000% menyambut naiknya Jokowi-JK. Dalam rangka menyambut pemerintahan baru, tugas mereka adalah mengidentifikasi peluang ekonomi yang bisa diraih. Mereka harus jeli mengendus dan mengambil peluang dari kemunculan pemer
    Read More
  • 19

    May

    The Winning Giver

    Dalam tulisan minggu lalu saya membahas temuan menarik dari riset yang dilakukan Adam Grant, penulis buku Give and Take. Menurutnya, ada dua jenis Giver, yaitu Giver yang masuk dalam kelompok bottom performer (untuk gampangnya saya sebut Losing Giver) dan Giver yang masuk ke dalam top performer (saya sebut Winning Giver). Pertanyaan menariknya, kenapa ada Losing Giver dan Winning Giver? Apa yang membedakan keduanya? Dan yang paling penting, bagaimana cara untuk menjadi Winning Giver dan bukannya terperosok menjadi Losing Giver? Tak Kalah Ambisius Pertama-tama saya perlu mempertegas terlebih dahulu persepsi dan kesalahan-pahaman kita mengenai sosok Giver. Membayangkan sosok Giver vs Taker besar kemungkinan Anda akan terjebak pada stereotype bahwa seorang Taker adalah sosok yang ambisius,
    Read More
  • 10

    Feb

    CSV

    Tak bisa disangkal lagi bahwa bisnis merupakan salah satu biang dari kian kurusnya bumi dan turunnya kualitas lingkungan; musabab segepok problem sosial dari kesehatan, pendidikan, hingga korupsi; juga kontributor persoalan-persoalan ekonomi dari kemiskinan hingga ketidakberdayaan masyarakat tertinggal. Coba saja lihat “dosa-dosa” dunia bisnis. Yang bisnis minyak dan batu bara menguras kekayaan dari dalam bumi tanpa mengenal ampun. Yang bisnis rokok dan minuman bersoda menjadi biang kompleksitas masalah kesehatan. Yang bisnis properti membabi-buta membangun gedung dan perumahan yang menjadikan Jakarta tenggelam. Yang bisnis mobil-motor memicu kemacetan dan polusi yang bikin stres semua orang. Ketika kini persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan merajalela di masyar
    Read More
  • 3

    Feb

    Jebakan Medioker

    Inilah yang banyak terjadi. Anda ingin hebat di semua hal. Kualitas nomor satu, harga paling murah, servis bintang lima, pelayanan super cepat, bla.. bla.. bla!!! Kalau betul Anda bisa semuanya maka yang terjadi kira-kira begini: kualitas Anda nomor 3; harga nggak murah-murah amat; servis so so bagus nggak, jelek juga nggak; dan dari sisi kecepatan yang pasti layanan Anda bukan yang nomor satu. Ujung-ujungnya produk Anda akan terjebak menjadi medioker alias produk rata-rata. Hebat nggak, tapi jelek juga nggak. Pasti Anda tak akan menjadi “The Great“, tapi juga bukan “The Bad“. Anda cukup puas dengan hanya menjadi “The Good” “The Mediocre“. Trade-off Ingat hukum alam: “you cant be great at everything“. Kalau kualitas Anda no
    Read More
  • 22

    Jan

    Out of the Box

    Rumusnya gampang: kalau strategi Anda mau out of the box, maka ide-ide yang Anda kumpulkan untuk membangun strategi tersebut haruslah dipungut dari industri lain yang nun jauh di sana. Singkatnya: Think Beyond Your Industry (TBYI). Makin jauh makin oke. Kalau Anda perusahaan B2B (business to business) belajarlah dari praktek yang dilakukan perusahaan B2C (business to consumer). Kalau Anda menekuni industrial good, banyaklah cari ide di industri consumer good. Kalau Anda bertempur di manufacturing industry, banyaklah menggali ide-ide dari service industry. Atau Anda jualan traktor atau produk hitech yang menakistik dan boring, carilah ide dari dunia fashion atau entertainment yang funky dan cool. BreadTalk sukses menjadi talk of the town pada saat pertama kali meluncur di pasar karena keje
    Read More
  • 3

    Jan

    Best Business Book of 2013: My Picks

    Kita sudah memasuki tahun 2014. Di awal tahun yang penuh semangat ini, ada baiknya kita melihat kembali buku-buku bagus di tahun 2013 yang harus kita baca dan ambil manfaatnya. Berikut ini adalah buku-buku pilihan saya di tahun 2013, semoga bisa menjadi inspirasi Anda di tahun yang baru. 1. Big Data: A Revolution That Will Transform How We Live, Work, and Think by Viktor Mayer-Schnberger and Kenneth Cukier (Houghton Mifflin Harcourt, 2013) Ketika data demikian melimpah ruah dalam format digital (ada di Google, Facebook, Twitter, blog, di jagad internet) dan kita bisa mengambilnya dengan mudah, maka kini kita bicara “populasi” tidak lagi “sampling”; kita bicara “korelasi” (correlation) tidak lagi mencari tahu “sebab-musabab” (causalit
    Read More
  • 25

    Dec

    2014: "Menyalip di Tikungan"

    Tahun 2014 yang akan segera kita masuki adalah tahun yang penuh ranjau. Di bidang politik kita tahu Pemilu (lengkap dengan money politic-nya) bakal memicu instabilitas dan gerahnya suhu politik nasional. Dengan kondisi yang kurang menentu, pelaku bisnis akan cenderung “wait and see” untuk mengurangi risiko usaha, setidaknya hingga akhir tahun. Di bidang ekonomi ranjaunya tak kalah gawat. Kita tahu rupiah terus terjun bebas, hingga akhir tahun ini sudah menembus ambang batas Rp.12.000. Biangnya struktural, karena impor kita yang jauh lebih perkasa ketimbang ekspor. Sudah 27 bulan kita mengalami defisit neraca transaksi berjalan (saat ini 3,78% dari PDB), sebuah rekor dalam sejarah perekonomian Tanah Air. Celakanya, perekonomian AS kian menggeliat (AS mulai meluncurkan
    Read More
  • 30

    Jul

    Bisnis itu Rahmatan Lil 'Alamin

    Sudah hampir dua minggu ini saya menjalani “laku karantina“. Ini istilah saya untuk aktivitas saya berkonsentrasi menulis buku di rumah (atau di tempat sepi tertentu, seperti di Puncak) dimana HP/BB dimatikan dan sesedikit mungkin mengurangi kontak dengan dunia luar. Intinya, untuk sementara saya menjadi “manusia gua” yang terbebas dari hiruk-pikuk belantara Jakarta. Musababnya gampang ditebak, karena deadline peluncuran buku sudah di ujung tanduk. Kadangkala saya berpikir, ini barangkali tips paling cespleng untuk menulis buku. Tetapkan hari H waktu peluncuran buku, undang sebanyak mungkin orang, termasuk tokoh-tokoh penting, makin banyak tokoh penting makin bagus. Maka dari situ akan bisa ditebak kita akan jatuh-bangun dan mengeluarkan jurus-jurus kepepe
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post