• 6

    Dec

    Facebook, Freeport

    Apa hubungannya Facebook dengan Freeport?Pekan ini saya seperti disamber geledek membaca dua berita di koran. Yang pertama membuat saya bungah luar biasa, sembari terenyuh. Yang kedua membuat sedih luar biasa, sambil mengelus dada, amit-amit jabang bayi. Satu mengenai Facebook, kedua mengenai Freeport. Bersyukur, Bersyukur, BersyukurBerita pertama datang dari Mark Zuckerberg CEO Facebook yang akhirnya resmi menjadi seorang ayah karena kelahiran anak pertamanya buah perkawinan dengan Priscilla Chan. Merasa bersyukur dengan kelahiran putri pertamanya Max, pasangan ini memutuskan untuk melakukan hal yang sangat mulia, yaitu mendonasikan 99% sahamnya di Facebook yang ditaksir mampu mencapai angka US$ 45 miliar, sekitar Rp 600 triliun. So sweet, niat mulia ini disampaikan melalui sebuah posti
    Read More
  • 4

    Jul

    Martha & Ratna

    Hari Sabtu (28/6) kemarin saya meluncurkan buku saya terbaru yang ditulis bersama Samuel Pranata, Direktur Martha Tilaar Group (MTG), dan dua rekan lama saya dari Majalah SWA, Dyah Hasto Palupi dan Teguh S. Pambudi. Buku ini berjudul Martha dan Ratna: Dua Perempuan di Balik Sukses Martha Tilaar Group. Buku ini menarik karena membahas kepemimpinan bisnis perusahaan keluarga dari dua kakak-beradik pendiri MTG yaitu Martha Tilaar sang kakak dan Ratna Pranata. Kami menyebut kepemimpinan mereka berdua sebagai “Kepemimpinan Yin-Yang”. Ya, karena dua sosok pemimpin hebat ini memiliki karakter yang bertolak belakang, namun mampu saling mengisi dan melengkapi sehingga menghasilkan kesuksesan MTG yang luar biasa selama lebih dari 40 tahun. Sepang terjang mereka yang saling memberi, sa
    Read More
  • 15

    Aug

    Passion

    “Passionate people are risk-taking explorers driven by a desire to learn and drive performance to the next level,” John Hagel dalam bukunya The Power of Pull. Bagi saya kunci sukses seseorang bukanlah karena kepintarannya, bukan karena kecerdasannya, bukan pula karena bokap-nyokap kaya raya minta ampun. Siapa bilang pintar, cerdas, tajir tidak penting untuk kesuksesan. Itu semua penting, tapi tak menjamin sukses seseorang. Saya berani bertaruh: kunci paripurna kesuksesan seseorang adalah PASSION titik Sekitar 20 tahun lalu saya kuliah di jurusan teknik mesin UGM Yogya. Saya memilih jurusan itu karena waktu di SMA jurusan itulah yang paling keren, paling bergengsi, dan paling cepat diterima kerja. Tapi celaka, di bangku kuliah saya nggak betah belajar teknik mesin. Pelariannya
    Read More
  • 5

    Aug

    Bisnis yang Berkarakter

    Beberapa minggu terakhir ini saya ketemu tiga CEO hebat. Pertama adalah Arief Yahya, CEO Telkom; kedua Johari Zein, CEO JNE, perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Tanah Air; dan ketiga David Marsudi, CEO restoran D’Cost. Mereka-mereka ini hebat bukan sekedar karena mereka pencetak laba yang besar bagi perusahaan masing-masing. Mereka hebat juga bukan hanya karena mereka sukses melakukan transformasi di perusahaan masing-masing. Mereka hebat karena memiliki prinsip dan filosofi bisnis yang menurut saya teduh dan mulia. Mari kita lihat sosok mereka satu-satu. Berpikir Mega Yang pertama adalah Arief Yahya. Yang istimewa dari pak AY (demikian ia biasa dipanggil di Telkom) adalah filosofi bisnisnya yang disebut Mega Thinking. Filosofi ini mengatakan bahwa untuk mencapai suatu t
    Read More
  • 21

    Jan

    #TwitLeader

    #TwitLeader adalah sebutan yang saya berikan untuk para pemimpin di berbagai bidang dan sektor, yang menggunakan Twitter untuk berkontribusi dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Mereka bisa CEO, manajer, atau wirausahawan di sektor bisnis. Mereka bisa politisi partai, anggota DPR, pejabat negara, atau akademisi di sektor publik. Mereka juga bisa aktivis LSM, aktivis gerakan sosial, pekerja sosial, seniman, intelektual, wartawan, mahasiswa, atau selebriti di sektor sosial-kemasyarakatan. Yang saya maksud pemimpin di sini tentu saja bukan hanya sebatas pemimpin sebagai posisi atau jabatan, tapi lebih mendasar lagi, sebagai kualitas personal. Mereka ngetwit dengan semangat keikhlasan untuk membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Mereka menjaga karakter dan perilaku aga
    Read More
  • 27

    Aug

    Social Customer

    Social customer adalah konsumen jenis baru (lebih tepatnya saya sebut, “mutan” baru) yang muncul menyusul terjadinya dua revolusi: (1) revolusi konsumen kelas menengah, yes Consumer 3000. (2) revolusi media sosial. Konsumen baru ini memiliki dua ciri dan dua senjata. Ciri pertama mereka knowledgeable: tahu mendalam informasi apapun mengenai produk dan layanan yang hendak dibeli (thanks to mbah Google). Ciri kedua mereka terkoneksi (socially connected) dengan konsumen lain secara intens (thanks to social media). Kombinasi konsumen yang smart dan terkoneksi satu sama lain menghasilkan sosok konsumen yang sangat powerful dan disegani (baca: ditakuti) oleh setiap brand Senjata Pamungkas Social customer juga memiliki dua senjata pamungkas. Senjata pamungkas pertama adalah
    Read More
  • 2

    Apr

    Energi Negatif! Energi Positif!

    Blog: http://www.yuswohady.com | Twitter: @yuswohady Kamis Malam (29/3) saya demam luar biasa, terkena radang tenggorokan. Sendi-sendi linu bukan main, badan greges-greges. Sekujur tubuh seperti ditinju bogem mentah Muhammad Ali, sakit semua. Karena itu hari Jumatnya saya fully bedrest, terkapar tanpa daya. Hari itu Jakarta, Medan, Yogya, Makasar, dan puluhan kota lain di seantero Nusantara panas oleh demo BBM. Di tengah keterkaparan, saya khusuk mengikuti menit demi menit aksi mahasiswa membela rakyat melalui layar beberapa stasiun TV nasional. Jari-jemari saya lincah menari di ujung remote control gonta-ganti channel memburu peristiwa-peristiwa demo BBM paling gres. Tentunya, seperti 240 juta rakyat Indonesia yang lain, momen-momen mendebarkan yang paling saya tunggu adalah Si
    Read More
  • 18

    Jan

    Menjadi Jokowi

    Sebelum demam mobil Esemka menyeruak di koran-koran beberapa hari lalu, terus terang selama ini saya berpikir bahwa membuat mobil nasional (mobnas) itu pekerjaan paling sulit di dunia. Kenapa begitu? Karena sudah berkali-kali bangsa ini merintis proyek mobnas tapi proses yang dilalui seperti benang ruwet dan ujung-ujungnya gagal hancur-lebur, persis banget kasus Bank Century Jalannya betul-betul berliku. Pertengahan 1990-an Mazda membuat MR alias Mobil Rakyat, lalu Habibie yang Menristek waktu itu merintis Maleo, kemudian Tommy Soeharto tampil dengan Timor, Bambang Trihatmojo tak mau kalah bikin Hyundai Accent, lalu Grup Bakrie dengan mobil B-97, terakhir PT Dirgantara Indonesia tak mau kalah merintis mini car Gang Car. Hampir semua rintisan mobnas itu pekat beraroma politik, ditekak-
    Read More
  • 14

    Nov

    Titik Nol

    Kegagalan, apalagi jika kegagalan itu adalah keterpurukan hingga di titik terbawah, seringkali kita sikapi sebagai malapetaka, sebagai akhir segalanya. Keterpurukan di titik nol seringkali menjadikan kita ciut hati, undermotivated, dan berat memulai lagi dari bawah. Akibatnya, keterpurukan menjadikan kita makin terpuruk. Kita kian terjebak dalam pusaran keterpurukan. Tapi kenapa kita tidak berpikir sebaliknya? Kenapa kita tidak menjadikan posisi terpuruk di titik nol sebagai sebuah energi luar biasa untuk bangkit. Kenapa kita tidak menjadikan keterpurukan di titik nol sebagai sinyal bahwa kita harus membangun sense of crisis, sinyal untuk mengetatkan ikat pinggang. Kenapa keterpurukan di titik nol tidak menjadikan kita ringan melenggang menggapai capapian-capaian luar biasa di depan
    Read More
  • 31

    Oct

    Giving

    By giving your knowledge you will become more knowledgeable. By giving happiness you will be happier. By giving money to others, you become more prosperous. Awalnya saya apriori dengan ungkapan di atas. Di mata banyak orang barangkali klise dan melankolis. Namun semakin saya rasa-rasakan, dari hari ke hari, tahun ke tahun, saya semakin menemukan keindahan dari ungkapan tersebut. Semakin Anda banyak memberi, maka (sudah menjadi hukum alam) semakin Anda akan banyak mendapatkan. Jika Anda banyak memberi ilmu kepada orang lain dan membuat orang lain tersebut makin pintar, maka pasti Anda akan semakin pintar. Jika Anda bahagia, dan kebahagian itu Anda bagikan kepada orang lain, maka pasti Anda akan lebih bahagia. Begitupun, jika Anda kaya dan banyak memberikan sebagian kekayaan tersebut kepad
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post