• 25

    Mar

    Creative Living

    Creative living adalah sebuah istilah yang saya dapat dari Elizabeth Gilbert dari buku terbarunya Big Magic (dengan subjudul: Creative Living beyond Fear). Anda pasti tahu penulis hebat satu ini. Ya, karena beberapa tahun lalu novel dan filmnya Eat, Pray, and Love menggemparkan dunia. Dalam film tersebut sosok Elizabeth Gilbert dimainkan dengan sangat apik oleh artis Julia Robert. Kita begitu dekat dengan novel dan film ini karena sebagian besar kisah di dalamnya terjadi di pulau Bali. Dan harus diakui film ini turut mendongkrak popularitas Bali sebagai destinasi wisata dunia. Kalau menonton film ini, Anda pasti masih ingat sosok Ketut Liyer yang begitu menyita perhatian penonton di seluruh dunia. Berbeda dengan buku sebelumnya, melalui Big Magic, Elizab
    Read More
  • 13

    Mar

    Wetizen

    Merebaknya sharing lifestyle atau collaborative lifestyle menghasilkan “mahluk baru” yang saya sebut “Generasi We” atau biar pendek saya sebut “Wetizen”. Wetizen adalah generasi yang peduli. Peduli akan kian kurusnya bumi oleh kerakusan manusia dalam mengonsumsi sumberdaya. Kepedulian ini memicu konsep sharing economy atau collaborative consumption yang marak 10 tahun terakhir. Konsep ini memicu kesadaran untuk berbagi sumberdaya untuk mengurangi eksploitasi berlebihan terhadap bumi yang kita diami.   Berkat konsep ini penggunaan sumber daya yang ada bisa menjadi lebih irit dan efisien karena dipakai bersama melalui inovasi-inovasi platform berbasis sharing. Generasi masa depan adalah generasi WE (wetizen) yang peduli, bukan generasi ME (metiz
    Read More
  • 4

    Mar

    Berani Ganjil

    Seminggu ini saya nonton dua film yang begitu mendalam mengganggu dan memengaruhi otak saya. Keduanya kebetulan menyabet Oscar yang digelar awal minggu ini. Film pertama adalah The Imitation Game dan kedua Whiplash. Dua film ini setali tiga uang, keduanya bercerita hal yang sama, yaitu sosok yang ganjil; sosok yang terkucil dari masyarakat lingkungannya karena keganjilannya. Yang pertama adalah Alan Turing (diperankan Bennedict Cumberbatch), the father of computer science and artificial intelligence, yang sepanjang hidupnya kesepian karena terbuang, tidak mendapatkan penerimaan dari lingkungannya (bahkan negaranya) karena kenylenehannya. Sementara yang kedua adalah Dr. Terence Fletcher(diperankan J.K. Simmon), pengajar di sekolah musik Shaffer yang sangat sadis dalam menggembleng talenta-
    Read More
-

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post