• 12

    Feb

    Bangsa Gaduh

    Saya punya julukan baru untuk negeri tempat lahir beta, yang sangat saya cintai ini yaitu: bangsa gaduh. Sesuai namanya, bangsa ini menyukai kegaduhan. Apa-apa dibikin gaduh. Persoalan sepele dibikin muter-muter dan ruwet agar membikin gaduh. Urusan nggak penting dipenting-pentingkan atau seolah-olah penting agar riuh-rendah menimbulkan gaduh. Urusan yang lurus ditekak-tekuk, dibelak-belokkan agar berujung gaduh. Kita sibuk berakrobat, melompat dari satu kegaduhan ke kegaduhan lain tanpa mengenal ujung-pangkal. Akrobat pemilu yang gaduh. Akrobat KMP vs KIH yang gaduh. Akrobat rapat paripurna DPR yang gaduh. Akrobat kenaikan dan penurunan harga BBM yang gaduh. Akrobat kecelakaan pesawat yang gaduh. Akrobat Cicak-Buaya Jilid 1-II yang gaduh. Pokoknya semua dibikin gaduh. Dan di tengah kegad
    Read More
  • 9

    Dec

    Entrepreneurial Government

    Mana bisa pemerintahan dikelola seperti layaknya bisnis? Tentu saja tidak bisa. Kenapa? Karena misi, orientasi, dan tujuan dari pengelolaan sebuah organisasi pemerintahan tentu saja berbeda 180 derajat dengan organisasi bisnis. Organisasi bisnis kita tahu adalah profit-making entity di mana revenue, profit, dan cash flow menjadi tujuan terpenting. Sebaliknya, organisasi pemerintahan bukanlah organisasi pencari laba. Tugas dan tujuan dari sebuah organisasi pemerintahan adalah memakmurkan penduduk dan warganegara, menciptakan masyarakat adil dan makmur, kata Pak Harto di jaman Orde Baru. Lalu judul tulisan ini kok entrepreneurial government? Istilah apalagi ini. Sebelum lebih jauh masuk, saya ingin terlebih dahulu mencari tahu definisi dari kata entrepreneur sendiri. Bagi saya, seorang entr
    Read More
-

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post