• 20

    Sep

    Strategy in Crisis

    Minggu lalu saya membagi konsumen di masa krisis menjadi empat jenis, yaitu: Panickers, Bargainers, Floaters, dan Wisers. Empat jenis konsumen ini memiliki profil dan karakteristik yang berbeda berdasarkan persepsi mereka mengenai tingkat keamanan hidup (life security) di masa krisis dan respons mereka terhadap datangnya krisis. Minggu ini giliran saya memberikan strategi dan tips bagaimana mengarap empat jenis konsumen tersebut. Consumers in CrisisSebagai pengingat, ada baiknya jika saya sedikit memberikan rangkuman ciri-ciri dari empat jenis konsumen tersebut. Panickers adalah konsumen yang secara ekonomi merasa tak aman di masa krisis dan menyikapi bencana krisis dengan reaktif, panik (saking bingungnya), dan tak rasional. Konsumen jenis ini cenderung mengetatk
    Read More
  • 18

    Mar

    Akik

    Heboh batu akik menyapu seluruh pelosok negeri. Di mana-mana orang ngobrolin batu akik. Ngomongin batu akik kini tak kalah seru dibanding ngomongin sepak bola, bisa seharian nggak ada habisnya. Bisnis batu akik pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Batu Bacan, batu Garut, batu Sungai Dareh, batu Kalimaya, atau batu Giok Aceh menjadi selebritis yang diburu penghobi dan kolektor batu akik. Harganya ampuuun, konon ada yang mencapi miliaran rupiah. Menggeliatnya bisnis batu akik menarik ditinjau dari sudut pandang kalangan kelas menengah (saya menyebutnya: consumer 3000). Di buku sayaConsumer 3000, saya menyebut konsumen dari kalangan kelas menengah ini memiliki tiga ciri. Pertama, memiliki daya beli tinggi (high buying power). Kedua, berpengetahuan dan berwawasan luas (knowledgeable) menginga
    Read More
  • 30

    Nov

    Demam India

    Setelah tiga tahun yang lalu kita diramaikan dengan fenomena K-Pop di Tanah Air, kini masyarakat kita pun terpana oleh pop culture asal India. Demam India terjadi di Tanah Air dan dialami oleh semua lapisan kalangan usia, status sosial, dan demografis (urban-rural). Setelah sukses tayang Mahabrata pada Maret lalu di ANTV, kini hampir semua stasiun televisi memiliki tayangan film serial India, seperti Naagin di MNC TV, Aladin di Trans TV, Mahadewa, The Adventures of Hatim, dan Jodha Akbar di ANTV. Bintang-bintang film India pun jadi idola baru seperti: Shaheer Sheikh, Rohit Bhardwaj, Saurav Gurjar, Vin Rana, Lavanya Bhardwaj, Aham Sharma, dan Arpit Ranka. Melihat fenomena demam India ini, saya bertanya-tanya, ada apa dengan masyarakat kita? Mengapa mereka menyukai film-film India? Saya mel
    Read More
  • 27

    Oct

    Jomblo Lifestyle

    Jomblo di masa lalu adalah sebuah aib memalukan. Namun sekarang, ia menjadi sebuah simbol sosial yang keren, cool, awasome. Saya nggak tahu kenapa bisa demikian. Mungkin ini yang disebut jaman edan. Semua serba kebolak-balik. Ketika sebuah bangsa makin maju. Ketika masyarakatnya makin makmur. Dan ketika pola kehidupannya kian industrial-urban, maka kecenderungan mereka untuk tidak menikah menjadi kian besar. Di negara tetangga Singapura misalnya, satu dari lima warganegaranya ogah menikah dengan alasan macam-macam: mengejar karir, menghindari beban ekonomi yang berat, nggak mau repot, hingga alasan lifestyle. Seperti Singapura, di negeri ini jumlah jombloers pun kian merangkak naik. Lifestyle Bakal maraknya jombloers di Indonesia tak lepas dari revolusi kelas menengah yang memicu mobilit
    Read More
  • 14

    Oct

    Peer Power

    Dalam buku Marketing to the Middle Class Muslim, saya mengintroduksi sebuah fenomena luar biasa yang saya beri nama revolusi hijab, dimana berhijab tiba-tiba menjadi sebuah lifestyle yang cool dan diminati, dan karenanya kaum muslimah berlomba-lomba mengenakannya. Saya punya teori sederhana (lebih tepatnya teori-teorian, hehehe) kenapa revolusi hijab ini terjadi. Saya melihat wabah para muslimah ramai-ramai pakai hijab digerakkan oleh sebuah kekuatan horizontal yang saya sebut: peer power. Peer power ini terwujud karena adanya aktivasi komunitas yang menghasilkan efek word of mouth yang kemudian menjalar liar bak wabah ebola ke seluruh penjuru tanah air. Sekonyong-konyong saya teringat buku saya yang lain berjudul CROWD: Marketing Becomes Horizontal. Dalam buku tersebut saya merumuskan s
    Read More
  • 24

    Jun

    Revolusi Pasar Hijabers

    Selama beberapa bulan terakhir saya dan tim di Inventure melakukan studi kuantitatif dan kualitatif mengenai perilaku konsumen kelas menengah muslim. Studi itu mencakup berbagai kategori pasar muslim mulai dari hijab, kosmetik, produk halal, bank dan asuransi syariah, umroh/haji, hingga hotel syariah. Tanggal 15 Juli mendatang, di tengah-tengah bulan puasa, hasil dari studi itu akan dikupas dalam seminar bertajuk “Membidik Konsumen Kelas Menengah Muslim Indonesia” di Jakarta. Salah satu kategori pasar muslim paling hot di Indonesia adalah pasar hijabers. Saking hot-nya, saya lebih senang menyebutnya sebagai “revolusi hijabers”. Bagaimana fenomena dan tren-trennya? Berikut ini sedikit bocorannya. Ramai-Ramai Berhijab Apabila dahulu hijab dikesankan sebagai busa
    Read More
  • 15

    Jun

    Empat Sosok Konsumen Muslim

    15 Juli mendatang di tengah-tengah bulan puasa, saya akan menggelar seminar di Jakarta “Membidik Konsumen Kelas Menengah Muslim Indonesia” mengacu pada survei kantor saya Inventure bersama majalah SWA mengenai perilaku pasar muslim. Seminar dan survei tersebut digelar karena saya melihat pasar muslim di Indonesia menggeliat dahsyat. Akibatnya, marketer tak bisa lagi melihat dengan sebelah mata pasar lukratif ini. Maraknya pasar muslim paling gampang ditengarai dari adanya tren “revolusi hijab” yang massif terjadi di seluruh penjuru Tanah Air. Mendadak berbusana hijab menjadi tren gaya hidup yang menjalar bak virus ganas. Menariknya, tiba-tiba berhijab menjadi sesuatu yang cool, modern, trendy, dan begitu diminati wanita muslim. Kosmetik untuk pasar hijabers pu
    Read More
  • 4

    Apr

    Auto Consumer Big Shifts

    Hari Kamis (27/3) lalu saya diminta berbicara di ajang Otomotif Award 2014, sebuah ajang penghargaan kepada para pelaku industri otomotif yang diselenggarakan oleh Majalah Otomotif, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Hadir juga di situ Wagub Basuki Tjahaja Purnama karena beroleh penghargaan News Maker of the Year sekaligus memberikan sambutan. Saya diminta memaparkan revolusi kelas menengah di Indonesia dan dampaknya di industri otomotif nasional. Topik yang saya ambil: “The 5 Big Consumer Trends in Auto Industry“. Seperti diketahui sejak tahun 2010 untuk pertama kalinya Indonesia menembus ambang batas GDP perkapita USD 3000, yang sekaligus diikuti munculnya fenomena revolusi konsumen kelas menengah. Konsumen kelas menengah Indonesia (pengeluaran sehari sebesar USD 2-2
    Read More
  • 10

    Mar

    Middle-Class Moslem

    Bulan-bulan ini saya bareng tim di Inventure sedang sibuk-sibuknya menyiapkan sebuah research project mengenai perilaku konsumen kelas menengah muslim (middle-class moslem) di Indonesia. Very challenging! Kenapa? Karena, tak cuma potensinya yang luar biasa besar, tapi juga dinamika perubahannya beberapa tahun terakhir mencengangkan. Bahkan saya berani mengatakan selama 5 tahu terakhir pasar middle-class moslem di Indonesia telah mengalami revolusi karena adanya pergeseran perilaku yang sangat mendasar. Tak heran jika kemudian pasarnya menggeliat dan marketer langsung pasang kuda-kuda untuk meraupnya. Berikut ini adalah catatan saya mengenai fenomena menggeliatnya pasar middle-class moslem di Indonesia. Boom Bank Syariah Sejak pertama kali dirintis Bank Muamalat pada tahun 1991,
    Read More
  • 11

    Nov

    Manekin Keluarga

    Manekin umumnya ada di mal atau department store. Tapi kini mulai banyak saya temui di rumah-rumah di seluruh penjuru Tanah Air. Coba saja lihat tipikal suasana keluarga kelas menengah Jakarta di Sabtu pagi yang cerah. Di ruang keluarga, di situ tercermin kedekatan sebuah keluarga muda yang begitu indah. Di ruangan itu ada si bapak, si ibu, dan si anak yang usianya belum genap tujuh tahun. Mereka sama-sama di depan TV ruang keluarga, duduk di satu sofa yang sama, wajahnya berseri-seri penuh kebahagiaan. Melihat kedekatan mereka terlintas potret sebuah keluarga yang ideal. Tapi tunggu dulu. Di balik kedekatan tersebut sesungguhnya ada satu hal yang nggak beres. Coba kita lihat apa yang mereka masing-masing lakukan. Si bapak duduk di sofa sibuk dengan laptopnya mengutak-atik pres
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post