• 10

    Apr

    2nd Gen Challeges

    Untuk ketiga kalinya, 19 Mei nanti kantor saya Inventure bersama Koran Sindo akan menggelar Indonesia Brand Forum (IBF) 2016. Event tahunan ini diselenggarakan untuk membangkitkan kesadaran membangun brand Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan menjadi champion di pasar global. Makanya semboyan yang selalu kami usung adalah: Kebangkitan Nasional Kedua, Adalah Kebangkitan brand Indonesia. Tahun ini kami mengambil tema yang agak berbeda yaitu “Branding Family Business”. Kenapa kami ambil tema ini, karena rupanya lebih dari 90% brand lokal Indonesia adalah brand perusahaan keluarga. Sehingga, membangun brand Indonesia tak bisa dilepaskan dari membangun brand perusahaan keluarga. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kami melakukan riset khusus mengenai top
    Read More
  • 5

    Sep

    Bioekonomi

    Di tengah rupiah yang kian tak berdaya dibantai Yuan dan Dolar saat ini, kesalahan semua ditumpukan pada impor kita. Semua-semua diimpor. iPhone terbaru diimpor. Mesin-mesin untuk PLTU Batang yang baru diresmikan diimpor. Bahan baku untuk pabrik obat diimpor. Itu barangkali masih dimaklumi. Namun rupanya daging sapi, beras, cabe, susu, kedelai, terasi, hingga garam pun ikutan diimpor. Tak masuk akal memang, negara dengan laut begitu luas dan memiliki garis pantai salah satu yang terpanjang di dunia kok bisa-bisanya garamnya impor. Tak Berdaulat Terus terang, gara-gara sedang mengerjakan riset dan menulis buku mengenai life science dan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia, saya menjadi sensitif dengan persoalan ini. Bukunya berjudul “Life Science for Life” yang re
    Read More
  • 13

    Aug

    UMKM dan Desa

    Hari Rabu malam (5/8) lalu saya ketemu dan berhalal bihalal dengan para “UMKM hero”, para tokoh pemimpin komunitas yang peduli memajukan UMKM (usaha mikro kecil menengah) Indonesia. Mereka antara lain adalah pak Budi Isman (pendiri Komunitas Smartpreneur), pak Subiakto (pakar branding), mas Badroni Yuzirman (pendiri Komunitas Tangan Di Atas), mas Jaya Setiabudi (pendiri Young Entrepreneur Academy), mas Emille Jayamata (Komunitas Organik Indonesia), dan lain-lain. Kami diundang oleh temen-temen Telkom DBS, divisi yang khusus membidangi sektor bisnis UMKM. Di situ kami ngobrol ngalor-ngidul mengenai bagaimana memajukan UMKM Indonesia. Yang menarik dari forum itu, rupanya isi otak kami sama. Kami memang punya movement masing-masing yang berbeda untuk memajukan UMKM, namun rupanya
    Read More
  • 18

    May

    Empat Strategi Global Chaser

    Kolom saya minggu lalu membahas empat posisi strategis yang bisa dipilih oleh Global Chaser. Yang belum tahu, Global Chaser adalah perusahaan/merek Indonesia yang mampu menembus dan membangun daya saing di pasar global. Seperti diuraikan di kolom-kolom sebelumnya, saya akan menggelar event besar tahunan Indonesia Brand Forum 2015, tepat di Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei nanti di Balai Kartini. IBF tahun ini mengusung tema: Global Chaser: Merek Indonesia Perkasa di Pentas Dunia. Di situ akan tampil sekitar 25 merek Indonesia yang sukses di pasar global. Di kolom sebelumnya saya membagi empat posisi strategis Global Chaser yaitu: Export Co, OEM Co, Global Co, dan Glocal Co. Empat posisi tersebut diperoleh dengan mengacu pada dua parameter. Pertama, tingkat kemampuan perusahaan dalam me
    Read More
  • 15

    May

    4 Posisi Global Chaser

    Tanggal 20 Mei nanti bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, saya akan menggelar event besar Indonesia Brand Forum 2015 bertema Global Chaser: Merek Indonesia Perkasa di Pentas Dunia. Di situ saya akan menampilkan sekitar 25 merek-merek Indonesia yang membanggakan karena sukses menembus pasar global. Untuk mempersiapkan event tersebut saya melakukan riset hampir setahun untuk mengumpulkan merek-merek hebat tersebut, sekaligus menemukan rahasia sukses mereka menembus pasar mancanegara. Selama melakukan riset, pertanyaan yang terus mengiang di kepala saya adalah: bagaimana strategi yang harus dijalankan perusahaan Indonesia untuk going global? Nah, untuk memetakannya, saya mencoba mengembangkan sebuah model berupa matriks 22 seperti tampak pada gambar di bawah. Dengan menggunakan matri
    Read More
  • 6

    May

    Merek, Alat Perjuangan Bangsa

    Tanggal 20 Mei nanti saya memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan menggelar sebuah konferensi yang sarat dengan nilai-nilai kebangkitan nasional 1908. Acara tersebut saya sebut Indonesia Brand Forum (IBF). Di forum konferensi yang mengambil tema: Global Chaser: Merek Indonesia Perkasa di Pentas Dunia itu saya akan mengundang sekitar 25 merek Indonesia hebat dan membanggakan (seperti Mayora, Kalbe, Indofood, Pertamina Pelumas, Polygon, Martha Tilaar, Sido Muncul, atau Garuda Indonesia) yang sukses bersaing di pasar internasional. Dengan menghadirkan mereka berbagi kesuksesan, saya ingin menunjukkan bahwa bangsa ini perkasa di kancah dunia, bahwa Indonesia punya nyali dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa hebat lain di dunia. Saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan cuma bangsa y
    Read More
  • 26

    Apr

    Glocal

    Glocal brand adalah istilah yang saya berikan untuk merek-merek global yang melokal di pasar yang ditujunya. Contoh paling gampang adalah merek-merek keluaran Unilever di sini seperti Rinso, Sunsilk, atau Lux. Merek-merek itu adalah merek global tapi kita di Indonesia sudah menganggapnya sebagai merek lokal karena keberadaannya di pasar Indonesia yang sudah sedemikian lama dan kita gunakan tiap hari selama belasan bahkan puluhan tahun. Karena sudah hadir demikian lama, maka merek-merek tersebut sudah layaknya merek lokal. Bicara glocal brand di pasar Indonesia tentu saja hal biasa, karena begitu banyaknya merek global yang telah melokal di negeri ini. Di samping tiga merek di atas, sebut saja Toyota (mobil), Honda (motor), Levis (jean), Marlboro (rokok), Blue Band (margarin), atau Coca Co
    Read More
  • 20

    Apr

    Duta Bangsa

    Tanggal 20 Mei nanti, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, untuk kedua kalinya saya akan menggelar event akbar Indonesia Brand Forum (IBF) 2015. Kalau IBF pertama tahun 2013 lalu mengambil tema “Merek Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri”, maka IBF 2015 akan mengusung tema “Merek Indonesia Perkasa di Pentas Dunia”. Sementara tagline yang diambil IBF selalu sama dari tahun ke tahun yaitu: “Kebangkitan Nasional Kedua, Kebangkitan Merek Indonesia”. Di IBF yang pertama saya berupaya mengingatkan bangsa ini bahwa pasar domestik memiliki potensi yang luar biasa dengan 250 juta konsumen. Karena itu brand lokal Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan cara menaklukkan brand-brand global yang kini menguasai bumi pertiwi.
    Read More
  • 15

    Apr

    IBF

    20 Mei nanti di gedung Balai Kartini Jakarta, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional saya akan menggelar event konferensi besar dua tahunan Indonesia Brand Forum (IBF) 2015. Tagline yang selalu saya usung di event tersebut adalah Kebangkitan Nasional Kedua, Kebangkitan Merek Indonesia. Ya, karena melalui event tersebut saya ingin membangunkan bangsa ini betapa pentingnya brand untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa. Melalui tagline tersebut saya ingin mengingatkan bangsa ini bahwa 20 Mei tak hanya kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tapi juga hari kebangkitan brand nasional untuk bersaing dengan brand-brand global di pasar Indonesia maupun dunia. Kita jangan cuma menjadi “bangsa komoditi“ yang bisanya cuma mengekspor minyak mentah, batubara, karet mentah
    Read More
  • 15

    Sep

    Menteri Marketer

    Di tengah hot-nya bursa calon menteri dalam kabinet baru, minggu ini Jokowi mengeluarkan pernyataan menarik, yaitu menteri nantinya haruslah jago marketing. Tujuannya, agar bisa memperkenalkan produk-produk Indonesia di luar negeri. Contohnya, produk industri kreatif, apa yang kita nggak punya? seni pertunjukan tari, musik, video, film punya semuanya. Game, animasi, produk industri kreatif yang ada di kampung, bordir, tenun, perak, emas, ada semuanya, jelasnya. Lebih lanjut Jokowi mengatakan, produk wisata kita dari ujung timur sampai barat, nggak ada yang ngalahin di dunia. Produknya ada, sekarang apa yang kita perlukan saat ini, memasarkan, memarketingi produk itu.. menteri yang berkaitan dengan itu harus mengerti soal marketing. Jokowi sekaligus menegaskan, nantinya menteri marketer ha
    Read More
- Next

Author

Managing Partner, Inventure

Search

Recent Post