<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Media Sosial dan Revolusi Mesir</title>
	<atom:link href="http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/</link>
	<description>Marketing in a Whole NEW World</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 02:14:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: kartini</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-3151</link>
		<dc:creator>kartini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 05:10:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-3151</guid>
		<description>artikelnya bagus banget mas, oh ya, di tunggu blogwalking nya balik ya ke blog saya www.budiutomo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikelnya bagus banget mas, oh ya, di tunggu blogwalking nya balik ya ke blog saya <a href="http://www.budiutomo.com" rel="nofollow">http://www.budiutomo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: misstrader</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-236</link>
		<dc:creator>misstrader</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 09:07:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-236</guid>
		<description>nice post....

http://misstrader.com

^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice post&#8230;.</p>
<p><a href="http://misstrader.com" rel="nofollow">http://misstrader.com</a></p>
<p>^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: duniamodem</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-235</link>
		<dc:creator>duniamodem</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 11:06:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-235</guid>
		<description>sungguh tulisan yang bagus,.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh tulisan yang bagus,.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Julius S.</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-234</link>
		<dc:creator>Julius S.</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 13:58:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-234</guid>
		<description>Metro tetap di atas angin. Enggak mungkin TV One Okay, apalagi Okay juga. Metro Tv tetap jauh sangat Okay. Lihat, bagaimana curangnya TV One 1 versus 2-3 orang. 1 narasumber pro/tahu Ahmadiyah, 2 narasumber, satu antara lain dari MUI tidak tahu atau tidak mau tahu Ahmadiyah. 1 narasumber lagi coba netral. Berarti TV One curang: 1 lawan 3 intinya. Kalau Metro TV, dia lebih canggih lagi, yakni akan menghadirkan 3 narasumber tapi ketiga-tiganya pro yang lemah atau pro yang disimpulkan benar atau harus dibela. Atau 2 benar/anti rezim 1 keliru/pro rezim. Ini permainan canggih Metro TV. Bagi Metro TV, yang semakin canggih, ia tidak lagi suka main di tataran dua seimbang (cover both sides), tetapi sudah lebih atu sangat canggih, seperti Tv-Tv pejuang luar negeri, yakni membela si lemah atau membela kebenaran (take one side, the weak and the right side). Metro tetap di atas angin. Ini yang harus ditiru media-media lain, ketika ingin membenahi negara/rezim amburadul. Tegas, seperti motto korannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Metro tetap di atas angin. Enggak mungkin TV One Okay, apalagi Okay juga. Metro Tv tetap jauh sangat Okay. Lihat, bagaimana curangnya TV One 1 versus 2-3 orang. 1 narasumber pro/tahu Ahmadiyah, 2 narasumber, satu antara lain dari MUI tidak tahu atau tidak mau tahu Ahmadiyah. 1 narasumber lagi coba netral. Berarti TV One curang: 1 lawan 3 intinya. Kalau Metro TV, dia lebih canggih lagi, yakni akan menghadirkan 3 narasumber tapi ketiga-tiganya pro yang lemah atau pro yang disimpulkan benar atau harus dibela. Atau 2 benar/anti rezim 1 keliru/pro rezim. Ini permainan canggih Metro TV. Bagi Metro TV, yang semakin canggih, ia tidak lagi suka main di tataran dua seimbang (cover both sides), tetapi sudah lebih atu sangat canggih, seperti Tv-Tv pejuang luar negeri, yakni membela si lemah atau membela kebenaran (take one side, the weak and the right side). Metro tetap di atas angin. Ini yang harus ditiru media-media lain, ketika ingin membenahi negara/rezim amburadul. Tegas, seperti motto korannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jamilah Mursyid</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-233</link>
		<dc:creator>Jamilah Mursyid</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 13:28:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-233</guid>
		<description>TV ONE OK juga. Detik ini ada diskusi di TV ONE. Guntur Romli benar, meski dikeroyok/lawan 2 sampai 3. Lagipula tidak ada sama sekali perbedaan prinsipil antara Ahamdiyah dan aliran-aliran Islam lainnya. Dua orang narasumber, antara lain satunya dari MUI, itu sangat ngawur dan benar-benar pemfitnah. Darimana kengawuran mereka itu? Kedua orang sudah tua itu bisa dikategorikan pelanggar-pelanggar hukum, pelanggar  UUD, yang jelas menjamin setiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Orang-orang MUI sudah ngawur, ngotot lagi. Kenapa SBY dan Negara diam saja membiarkan orang-orang seperti itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TV ONE OK juga. Detik ini ada diskusi di TV ONE. Guntur Romli benar, meski dikeroyok/lawan 2 sampai 3. Lagipula tidak ada sama sekali perbedaan prinsipil antara Ahamdiyah dan aliran-aliran Islam lainnya. Dua orang narasumber, antara lain satunya dari MUI, itu sangat ngawur dan benar-benar pemfitnah. Darimana kengawuran mereka itu? Kedua orang sudah tua itu bisa dikategorikan pelanggar-pelanggar hukum, pelanggar  UUD, yang jelas menjamin setiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Orang-orang MUI sudah ngawur, ngotot lagi. Kenapa SBY dan Negara diam saja membiarkan orang-orang seperti itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibu Solikhati</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-232</link>
		<dc:creator>Ibu Solikhati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 10:45:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-232</guid>
		<description>Presiden SBY harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!! Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Dimana Pancasila di muka-muka para pejabat dan menteri itu? Dari media antara lain dari Metro TV kita kian tahu jelas dan terang bahwa pemimpin MUI yang justru selama ini menyesatkan dan memfitnah Ahamdiyah atau JAI (Jemaat Ahmadiyah Indoneia). bahwa JAI aliran sesat atau menyimpang dari Islam adalah versi pimpinan MUI dan Kementerian Agama Indonesia. 

Bukan pertama kali JAI dan juru bicaranya menyatakan Nabi/Rasul mereka sama seperti umat Islam lainnya, Muhammad SAW. Kalau kita buka web resmi atau menonton pengajian-pengajian di MTA TV, televisinya Ahmadiyah pusat, http://www.mta.tv/ , Nabi/Rasul mereka sama: Muhammad Rasulullah. Juga  sangat jelas dalam lafaz doa dan puji-puji mereka. Jadi apanya yang menyimpang dan menyesatkan? Tidak ada yang menyimpang di Ahamdiyah. Pertanyaan kita semua kenapa MUI dkk termasuk Menteri Agama memfitnah Ahmadiyah? Ini pertanyaan besar. Apakah sebagai intelektual, pimpinan MUI dan Menag hanya membebek laporan sesat anak buahnya dan tidak meneliti  kebenaran? 

MUI sepihak. Kenapa tidak minta JAI menjelaskan di depan media-media di Indonesia agar masyarakat tahu mana yang benar? Dan apa betul Ahamdiyah menganggap Ghulam Ahmad nabi mereka? Kenapa masyarakat hanya diberi versi MUI dan Menag saja? Ada apa di balik ini? Kenapa MUI memprovokasi dan menciptakan permusuhan sesam Muslim dan sesama manusia? Dimana Pancasila? Dimana HAM? Kenapa dibuat SKB yang tidak adil? 

Itu sama halnya menyelesaikan masalah dengan masalah baru? Kini kita tahu siapa yang salah sebenarnya.  MUI atau Ahmadiyah? Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Mari kita semua sesama umat beragama, kita demo besar-besaran saja dan desak SBY bubarkan MUI dan Kementerian Agama. kalau begini, Presiden harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden SBY harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!! Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Dimana Pancasila di muka-muka para pejabat dan menteri itu? Dari media antara lain dari Metro TV kita kian tahu jelas dan terang bahwa pemimpin MUI yang justru selama ini menyesatkan dan memfitnah Ahamdiyah atau JAI (Jemaat Ahmadiyah Indoneia). bahwa JAI aliran sesat atau menyimpang dari Islam adalah versi pimpinan MUI dan Kementerian Agama Indonesia. </p>
<p>Bukan pertama kali JAI dan juru bicaranya menyatakan Nabi/Rasul mereka sama seperti umat Islam lainnya, Muhammad SAW. Kalau kita buka web resmi atau menonton pengajian-pengajian di MTA TV, televisinya Ahmadiyah pusat, <a href="http://www.mta.tv/" rel="nofollow">http://www.mta.tv/</a> , Nabi/Rasul mereka sama: Muhammad Rasulullah. Juga  sangat jelas dalam lafaz doa dan puji-puji mereka. Jadi apanya yang menyimpang dan menyesatkan? Tidak ada yang menyimpang di Ahamdiyah. Pertanyaan kita semua kenapa MUI dkk termasuk Menteri Agama memfitnah Ahmadiyah? Ini pertanyaan besar. Apakah sebagai intelektual, pimpinan MUI dan Menag hanya membebek laporan sesat anak buahnya dan tidak meneliti  kebenaran? </p>
<p>MUI sepihak. Kenapa tidak minta JAI menjelaskan di depan media-media di Indonesia agar masyarakat tahu mana yang benar? Dan apa betul Ahamdiyah menganggap Ghulam Ahmad nabi mereka? Kenapa masyarakat hanya diberi versi MUI dan Menag saja? Ada apa di balik ini? Kenapa MUI memprovokasi dan menciptakan permusuhan sesam Muslim dan sesama manusia? Dimana Pancasila? Dimana HAM? Kenapa dibuat SKB yang tidak adil? </p>
<p>Itu sama halnya menyelesaikan masalah dengan masalah baru? Kini kita tahu siapa yang salah sebenarnya.  MUI atau Ahmadiyah? Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Mari kita semua sesama umat beragama, kita demo besar-besaran saja dan desak SBY bubarkan MUI dan Kementerian Agama. kalau begini, Presiden harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yeti Haris</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-231</link>
		<dc:creator>Yeti Haris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 05:18:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-231</guid>
		<description>Susuuu, Pak? Kenapa susunya, Bu?!
Kebohongan apalagi? Untuk mengalihkan isu maka hari ini muncul dua isu: Susu formula yang tercemar dan sidang pengadilan seakan-akan dipaksakan untuk Ba’asyir, kiyai terfitnah teroris. Menkes mengekspos pencemaran susu formula, tapi tidak bisa mengumumkan susu dari perusahaan mana saja.
Lalu apa tujuan diumumkannya adanya pencemaran atas susu formula itu? Aneh. Lalu siding atas Ba’asyir ditunda? Aneh juga. Kalau pemerintah seperti ini, apa kata dunia. Lantas Menkominfo masih tetap jorok dengan mengatakan, kalau bicara susu harus ada tambahan kata. Langsung wartawan berteriak huuuuuuuu…… Fenomena ini hanya ada dalam era pemerintahan SBY. Kalau sudah begini, berbagai isu penting pasti tidak terselesaikan dan selalu dialihkan dengan main-main. Inilah negara main-main, rakyat pasti bertambah susah, karena mafia koruptor aman-aman saja, selamanya. Hanya sapu yang bersih bisa menyapu dengan bersih. Tapi sapu itu dimana saat ini? Kenapa tidak muncul-muncul? Dimana kaum intelektual, mahasiswa dan rakyat negeri ini? Ayoooo Pak? Susu? Susumu kenapa Bu? Alihkan ke susu? Lebih aman atau yang lain, yang tidak menimbulkan korban, Pak? Iya iya Bu. Suuuusuuuuuuuuuu. Susuuuuuuu. Hasil penelitian?! Suuusuuuuuuu. Jorok juga kau. Bukan ini susu formula, Pak?!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Susuuu, Pak? Kenapa susunya, Bu?!<br />
Kebohongan apalagi? Untuk mengalihkan isu maka hari ini muncul dua isu: Susu formula yang tercemar dan sidang pengadilan seakan-akan dipaksakan untuk Ba’asyir, kiyai terfitnah teroris. Menkes mengekspos pencemaran susu formula, tapi tidak bisa mengumumkan susu dari perusahaan mana saja.<br />
Lalu apa tujuan diumumkannya adanya pencemaran atas susu formula itu? Aneh. Lalu siding atas Ba’asyir ditunda? Aneh juga. Kalau pemerintah seperti ini, apa kata dunia. Lantas Menkominfo masih tetap jorok dengan mengatakan, kalau bicara susu harus ada tambahan kata. Langsung wartawan berteriak huuuuuuuu…… Fenomena ini hanya ada dalam era pemerintahan SBY. Kalau sudah begini, berbagai isu penting pasti tidak terselesaikan dan selalu dialihkan dengan main-main. Inilah negara main-main, rakyat pasti bertambah susah, karena mafia koruptor aman-aman saja, selamanya. Hanya sapu yang bersih bisa menyapu dengan bersih. Tapi sapu itu dimana saat ini? Kenapa tidak muncul-muncul? Dimana kaum intelektual, mahasiswa dan rakyat negeri ini? Ayoooo Pak? Susu? Susumu kenapa Bu? Alihkan ke susu? Lebih aman atau yang lain, yang tidak menimbulkan korban, Pak? Iya iya Bu. Suuuusuuuuuuuuuu. Susuuuuuuu. Hasil penelitian?! Suuusuuuuuuu. Jorok juga kau. Bukan ini susu formula, Pak?!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mastri dalbo</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-230</link>
		<dc:creator>mastri dalbo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 03:31:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-230</guid>
		<description>Nice post....ternyata sosial media begitu hebat dan sangat bisa mempengaruhi orang....LANJUTKAN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nice post&#8230;.ternyata sosial media begitu hebat dan sangat bisa mempengaruhi orang&#8230;.LANJUTKAN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sakinah Hutagalung</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-229</link>
		<dc:creator>Sakinah Hutagalung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 01:29:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-229</guid>
		<description>Numpang lewat, Abang sayang, jangan dihapus, biar TV One tahu dan belajar lebih baik lagi.

TV One ngawur dan ingin diserang? Uraian TV One pagi ini soal pengunggah video amatir kekerasan Cikeusik sangat tidak mendidik dan mengesankan TV One ingin memonopoli video. Dalam uraian itu TV One pertanyakan siapa Andreas peng-upload video di YouTube. Uraian juga mempertanyakan spektis apakah video tersebut dari pihak Ahmadiyah atau lawannya. Sesungguhnya semua itu tidak penting. Setiap orang berhak mengabadikan apapun melalui kamera ia punya. Apa maksud TV One membuat uraian tolol itu? Apa hanya TV One yang berhak? Bukankah TV One sudah nomor satu di Indonesia dan bahkan dunia? Lagi-lagi itu kedangkalan TV One, skeptis melulu dan picik. Pembuat video seperti itu jelas orang yang pandai mencium nilai berita. Itulah maka video-video amatir bernilai fakta tinggi tak terbantahkan dan dikagumi. TV One jangan picik lagi dalam membuat uraian. Lama-lama Anda bisa diserang orang. kalau tak mampu bersaing dengan Metro, Anda bubar saja. Anda harusnya berpikir seperti Metro TV dan jangan skeptis ngawur. TV One juga bilang video sempat diblokir YouTube. YouTube tidak pernah memblokir video apapun. TV One double ngawur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang lewat, Abang sayang, jangan dihapus, biar TV One tahu dan belajar lebih baik lagi.</p>
<p>TV One ngawur dan ingin diserang? Uraian TV One pagi ini soal pengunggah video amatir kekerasan Cikeusik sangat tidak mendidik dan mengesankan TV One ingin memonopoli video. Dalam uraian itu TV One pertanyakan siapa Andreas peng-upload video di YouTube. Uraian juga mempertanyakan spektis apakah video tersebut dari pihak Ahmadiyah atau lawannya. Sesungguhnya semua itu tidak penting. Setiap orang berhak mengabadikan apapun melalui kamera ia punya. Apa maksud TV One membuat uraian tolol itu? Apa hanya TV One yang berhak? Bukankah TV One sudah nomor satu di Indonesia dan bahkan dunia? Lagi-lagi itu kedangkalan TV One, skeptis melulu dan picik. Pembuat video seperti itu jelas orang yang pandai mencium nilai berita. Itulah maka video-video amatir bernilai fakta tinggi tak terbantahkan dan dikagumi. TV One jangan picik lagi dalam membuat uraian. Lama-lama Anda bisa diserang orang. kalau tak mampu bersaing dengan Metro, Anda bubar saja. Anda harusnya berpikir seperti Metro TV dan jangan skeptis ngawur. TV One juga bilang video sempat diblokir YouTube. YouTube tidak pernah memblokir video apapun. TV One double ngawur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cecep</title>
		<link>http://yuswohady.blogdetik.com/2011/02/05/media-sosial-dan-revolusi-horizontal-mesir/comment-page-1/#comment-228</link>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 13:48:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuswohady.blogdetik.com/?p=27#comment-228</guid>
		<description>Dua peristiwa kekerasan itu sepertinya sudah disiapkan dengan matang untuk jelas mengalihkan isu, akibat ketakutan peristiwa Tunisia dan Mesir akan terjadi di Indonesia, karena pemerintah khususnya kepemimpinan nasional tidak serius memerintahkan isu-isu mafia pajak dan skandal bank century segera dituntaskan. Ini juga untuk mengambing-hitamkan tokoh-tokoh lama yang dahulu terlibat merekayasa peristiwa serupa sekitar sebelum 1998. Esok atau lusa, seminggu atau bulan mendatang, pasti akan ada yang baru lagi. Ini pengalihan isu, gaya pemerintahan saat ini.

&lt;strong&gt;Let's see&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dua peristiwa kekerasan itu sepertinya sudah disiapkan dengan matang untuk jelas mengalihkan isu, akibat ketakutan peristiwa Tunisia dan Mesir akan terjadi di Indonesia, karena pemerintah khususnya kepemimpinan nasional tidak serius memerintahkan isu-isu mafia pajak dan skandal bank century segera dituntaskan. Ini juga untuk mengambing-hitamkan tokoh-tokoh lama yang dahulu terlibat merekayasa peristiwa serupa sekitar sebelum 1998. Esok atau lusa, seminggu atau bulan mendatang, pasti akan ada yang baru lagi. Ini pengalihan isu, gaya pemerintahan saat ini.</p>
<p><strong>Let&#8217;s see</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.094 seconds -->

